Maslahah dan batasan-batasannya menurut al-Bûthî maslahah dan batasan-batasannya menurut al-Bûthî: Analisis Kitab Dlawâbith al-Mashlahah fi al-Syarî’ah al-Islâmiyyah

Arfan, Abbas (2013) Maslahah dan batasan-batasannya menurut al-Bûthî maslahah dan batasan-batasannya menurut al-Bûthî: Analisis Kitab Dlawâbith al-Mashlahah fi al-Syarî’ah al-Islâmiyyah. de Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah, 5 (1). pp. 87-96. ISSN 2085-1618

[img]
Preview
Text
2999-8636-1-SM.pdf

Download (529kB) | Preview
Full text available at: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/syariah...

Abstract

Definition of al - mashlahah according to al - Bûthî is : “ Something useful accoding to al - Shâri ‘ (Allah and His Messenger ) for the benefit of his servants , in keeping religion , life , intellect , lineage and their property , in accordance with the specific sequences contained in the maintenance category . “ Furthermore al - Bûthî asserts that al - mashlahah can be used as a source of law if it meets the five criteria that he called al -mashlahah Dlawâbith. These five criteria are ; ( a) maslahah should be included in the scope of al - maqashid al - Syar’iyyah the five , ( b ) maslahah does not contradict with the Qur’an , ( c ) maslahah does not contradict with al - Sunnah , ( d ) maslahah does not contradict with al - Qiyas and ( e ) maslahah does not contradict with another benefit that is higher / stronger / more important . That’s more or less the gist of the book Dlawâbith mashlahah fi al - Shari’ah al - Islamiyya , beside that in this paper , the authors tried to analyze critic al - Bûthî against al - Thûfî on maslahah concept , in addition also critical analysis of the author to distribution and limitations of maslahah in al - Bûthî’s version.

Definisi al-Mashlahah menurut al-Bûthî adalah: “Sesuatu yang bermanfaat yang dimaksudkan oleh al-Syari’ (Allah dan Rasul-Nya) untuk kepentingan hamba-Nya, baik dalam menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta mereka, sesuai dengan urutan tertentu yang terdapat di dalam kategori pemeliharaan tersebut.” Namun al-Bûthî menegaskan bahwa al-Mashlahah dapat dijadikan sebagai sumber hukum jika memenuhi lima kriteria yang ia istilahkan dengan Dlawâbith al-Mashlahah. Kelima kriteria tersebut adalah; maslahah tersebut haruslah: (a) termasuk ke dalam cakupan al-Maqâshid al-Syar’iyyah yang lima, (b) tidak bertentangan dengan al-Qur’an, (c) tidak bertentangan dengan alSunnah, (d) tidak bertentangan dengan al-Qiyas dan (e) tidak bertentangan dengan kemaslahatan lain yang lebih tinggi/ lebih kuat/lebih penting. Itulah lebih kurang intisari dari kitab Dlawâbith al-Mashlahah fi Syarî’ah al-Islâmiyyah, namun dalam makalah ini, penulis berusaha menganalisis kritik al-Bûthî terhadap konsep maslahah al-Thûfî, disamping analisis kritis penulis terhadap pembagian maslahah dan batasannya versi al-Bûthî.

Item Type: Journal Article
Keywords: al-Mashlahah; al-Maqâshid al-Syar’iyyah
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180122 Legal Theory, Jurisprudence and Legal Interpretation
Divisions: Faculty of Sharia and Law > Department of Sharia Business Law
Depositing User: Abbas Arfan
Date Deposited: 23 Jan 2017 09:26

Actions (login required)

View Item View Item