Formulasi dan aktivitas gel HPMC-Kitosan terhadap proses penyembuhan luka bakar derajat IIA Pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar

Bhagawan, Weka Sidha, Kusumawati, Desi, Annisa, Rahmi and Zatalini, Dioni Fadia (2021) Formulasi dan aktivitas gel HPMC-Kitosan terhadap proses penyembuhan luka bakar derajat IIA Pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Presented at Prosiding SENFIKS (Seminar Nasional Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains), 2020, Madiun.

[img]
Preview
Text
10659.pdf - Published Version

Download (485kB) | Preview

Abstract

Kitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin yaitu produk limbah dari kulit udang atau rajungan yang dapat membantu penyembuhan luka bakar. Kitosan telah diteliti mampu memacu proliferasi sel, meningkatkan kolagenisasi, dan mengakselerasi regenerasi sel (reepilelisasi) pada kulit yang terluka, serta dapat memacu migrasi sel PMN. Peningkatan kontraksi luka bakar dapat dilakukan dengan meningkatkan penggunaan pada kulit dengan memformulasikan dalam sediaan gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimasi variasi konsentrasi HPMC dan kitosan di dalam gel terhadap sifat fisik, stabilitas fisik dan aktivitas gel kitosan terhadap proses penyembuhan luka bakar derajat IIA pada tikus putih. Desain penelitian menggunakan true experimental post test dilakukan terhadap hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Sampel di bagi dalam enam kelompok yaitu 4 pelakuan kitosan: konsentrasi 0%, 1,25%, 2,5%, 3,75% dan kelompok kontrol dengan bioplacenton dan normal saline 0,9%. Data yang diukur adalah kontraksi luka pasca perawatan luka selama 21 hari.Hasil penelitian sifat fisik gel menunjukkan dengan peningkatan konsentrasi kitosan dapat meningkatkan viskositas gel, pH dan menurunkan daya sebar gel, namun tidak mempengaruhi organoleptis dan homogenitas sediaan gel. Hasil uji stabilitas fisik gel menunjukkan bahwa adanya variasi konsentrasi kitosan gel sedikit stabil selama penyimpanan. Sedangkan peningkatan konsentrasi HPMC meningkatkan viskositas dan menurunkan daya sebar gel, namun tidak mempengaruhi organoleptis, homogenitas dan pH gel. Analisa data menggunakan one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Tuckey HSD. Pemberian gel kitosan dosis 1,25% dan 2,5% signifikan mempercepat penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan kontrol normal saline0,9% (p=0,000; p=0,000) dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p=1,000; p=0,256). Gel kitosan 2,5% paling signifikan mempercepat peyembuhan luka dibandingkan dengan kitosan 1,25% (p=0,356). Penelitian ini membuktikan bahwa dosis gel kitosan terbaik adalah 2,5%.

Item Type: Conference (Poster)
Keywords: kitosan; luka bakar; kontraksi luka; HPMC; sediaan gel
Divisions: Faculty of Medical and Health Sciences > Department of Pharmacy
Depositing User: Rahmi Annisa
Date Deposited: 24 May 2022 10:01

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item