Pemanfaatan daun kelor Moringa oleivera sebagai antiasma

Yulianti, Eny and Maimunah, Siti (2019) Pemanfaatan daun kelor Moringa oleivera sebagai antiasma. Research Report. Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. (Unpublished)

[img] Text
10845.pdf

Download (7MB)

Abstract

Tumbuhan Moringa oleivera di Jawa dikenal sebagai tanaman kelor. Menurut banyak jurnal nasional maupun internasional, kelor telah lama digunakan sebagai tanaman bernutrisi tinggi, selain untuk makanan juga untuk mengatasi banyak keluhan kesehatan antara lain asma. Hal ini karena mengandung berbagai antioksidan yang sangat penting, antibiotik dan nutrisi termasuk vitamin dan mineral.

Beberapa penelitian internasional menunjukkan terapi bijinya dapat menurunkan tingkat keparahan asma dan perbaikan peningkatan fungsi pernapasan tanpa efek samping. Hal ini karena kelor berfungsi sebagai bronkodilator, anti-inflamasi, stabilisasi sel mast dan mempunyai aktivitas antimikroba pernafasan seperti Escherichia coli (E. coli), Staphylococus aureus (S. aureus) dan pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa).

Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan pengembangan penelitian lebih lanjut mengajak masyarakat melalui kegiatan PAR Participation Action Research, membentuk kesadaran kolektif pada masyarakat. Masyarakat diajak membuktikan sendiri dengan memanfaatkan tanaman kelor sebagai antiasma. Masyarakat dilibatkan dalam penyediaan serbuk daun kelor, pembuatan kapsul, cara mengkonsumsi kelor, cara pengendalian asma dan edukasi cara mengontrol hasilnya dengan Astma Control Test (ACT).

Hasilnya adalah kualitas hidup pasien asma meningkat. Selanjutnya dilakukan uji eksperimental laboratorium melihat kemampuan daun kelor sebagai antioksidan. Berdasarkan hasil pengujian kandungan metabolit sekunder ekstrak air serbuk kering daun kelor hasil maserasi 24 jam, positif mengandung flavonoid, triterpenoid, saponin, tannin, fenol, dan alkaloid. Tetapi tidak mengandung steroid.

Dilihat dari nilai skor ACT penderita asma yang mengkonsumsi kapsul kelor sebanyak 1 kapsul sampai dengan 3 x 2 kapsul masing masing seberat 250 mg per hari selama 8 minggu hingga 1 tahun, secara bertahap mengalami penurunan kambuhan yang signifikan. Hal ini menunjukkan kualitas hidup pasien asma meningkat.

Perubahan kondisi kambuhan dari kondisi kurang terkontrol atau sering kambuh mengalami perbaikan menjadi terkontrol dengan baik, yaitu sangat jarang kambuh. Bahkan pada pasien asma yang telah mengkonsumsi kapsul serbuk daun kelor secara rutin hasilnya adalah dalam 6 bulan terakhir tidak pernah kambuh.
Hasil sosialiasi menunjukkan bahwa masyarakat sebelumnya hanya mengenal daun kelor sebagai sayuran, setelah sosialisasi menjadi paham bahwa daun kelor juga berkasiat sebagai tanaman obat. Setelah kegiatan PAR masyarakat dapat melihat dan merasakan sendiri bukti kasiat tanaman kelor, maka masyarakat menjadi yakin bahwa tanaman kelor mampu digunakan sebagai makanan bernutrisi tinggi, khususnya sebagai antiasma dan kedepannya memunculkan ide ide kreatif untuk mengolah lebih lanjut tanaman kelor.

Item Type: Research (Research Report)
Keywords: kelor; moringa oleivera; asma; Asthma Control Test
Divisions: Faculty of Mathematics and Sciences > Department of Chemistry
Depositing User: Eny Yulianti
Date Deposited: 13 Jun 2022 14:24

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item