Ketahanan keluarga dan pola pengasuhan pasca perceraian di Indonesia dan Malaysia

Sulalah, Sulalah, Hamidah, Tutik, Mahmudah, Siti, Rosdiana, Aprilia Mega ORCID: https://orcid.org/0000-0002-6457-528X, Furaida, Asni and Ni'mah, Siti Zuhrotun (2023) Ketahanan keluarga dan pola pengasuhan pasca perceraian di Indonesia dan Malaysia. Research Report. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang. (Unpublished)

[img] Text
16543.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Indonesia saat ini mengalami permasalahan besar berupa tingginya angka perceraian. Data menunjukkan bahwa angka perceraian di Indonesia menempati posisi tertinggi di Asia Afrika. Tingginya angka perceraian mencapai 28% dari peristiwa perkawinan. Sedangkan Malaysia, pada 2022 mengalami trend penurunan dalam perceraian. Penelitian ini merupakan kajian yang secara komprehensif menganalisis dan memahami resiliensi keluarga, dan pengasuhan anak pasca perceraian yang ada di Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif dipakai karena menggambarkan secara cermat realitas empiris di balik fenomena yang terjadi di suatu lapangan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 23 orang, yang terdiri dari 15 perempuan dan 8 laki – laki. Informan dari Indonesia berjumlah 15 orang yang terdiri dari 11 perempuan dan 4 laki-laki. Informan dari Indonesia berasal dari 4 kota Surabaya, Banyuwangi, Jember dan Kabupaten Malang. Sedangkan informan dari Malaysia berjumlah 8 orang, 4 perempuan dan 4 laki-laki yang berasal dari kota Kuala Lumpur yang merupakan kota dengan tingkat cerai gugat tertinggi kedua di Malaysia. Adapun teknik pengambilan informan secara snowball sampling. Hasil penelitian memaparkan bahwa resiliensi keluarga pasca perceraian menunjukan adaptasi keluarga yang positif di Indonesia dan Malaysia. Para Informan mampu menjadi resilien setelah menghadapi situasi sulit yang dialami dengan cara yang positif. Orang tua tunggal di Indonesia dan Malaysia menghadapi tantangan dalam mengasuh dan membiayai pendidikan anak-anak setelah perceraian. Namun, di Malaysia, terdapat kebijakan pemerintah dan lembaga yang mendukung untuk memastikan keterlibatan ayah dalam bertanggung jawab memberi nafkah bagi anak-anak pasca perceraian yang cukup berperan dalam membantu meringankan beban dalam mengasuh anak. Di Indonesia, implementasi hukum terkait nafkah anak setelah perceraian masih menjadi tantangan, dan banyak ibu tunggal yang harus bekerja keras untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Item Type: Research (Research Report)
Keywords: ketahanan keluarga; pengasuhan anak; pasca perceraian; Indonesia; Malaysia
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1699 Other Studies in Human Society > 169901 Gender Specific Studies
Divisions: Research and Community Service (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat)
Depositing User: Aprilia Mega Rosdiana
Date Deposited: 17 Nov 2023 08:03

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item