Mansur, Sugeng Ali
ORCID: https://orcid.org/0009-0001-4668-3834
(2025)
Jejak Pemikiran Pendidikan Islam KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan.
buku studi agama, -
(-).
UIN Press, Jl. Gajayana no.50 Malang.
ISBN 978-623-232-963-8
UNSPECIFIED : UNSPECIFIED.
|
Text
Jejak Pemikiran Pendidikan Islam-25.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Jejak Pemikiran Pendidikan Islam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan”* adalah sebuah karya yang mengupas kontribusi dua tokoh penting dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia, yaitu KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan. Keduanya adalah pelopor yang memegang peranan vital dalam membangun dasar pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengajaran agama, tetapi juga memperhatikan relevansi ilmu pengetahuan dan kebutuhan umat dalam menghadapi tantangan zaman. Buku ini menggali secara komprehensif sejarah hidup, pemikiran, dan relevansi pendidikan mereka, serta memberikan wawasan mengenai kontribusi besar mereka terhadap pendidikan Islam di Indonesia.
Bagian A buku ini dimulai dengan mengulas biografi singkat mengenai KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan. KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), adalah seorang ulama yang memegang peranan sentral dalam pengembangan pendidikan pesantren yang mengedepankan ajaran Islam yang moderat dan berakar pada tradisi. Pemikirannya tentang pendidikan sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia pada saat itu. Buku ini juga membahas kehidupan KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang memperkenalkan pembaruan dalam dunia pendidikan Islam dengan mendirikan sekolah-sekolah modern yang mengintegrasikan ajaran agama dengan ilmu pengetahuan umum. Sebagai seorang pemikir, KH. Ahmad Dahlan berusaha menjawab tantangan zaman dengan membawa pendidikan yang lebih sistematis dan ilmiah bagi umat Islam.
Bagian B berfokus pada pemikiran pendidikan Islam yang dikembangkan oleh kedua tokoh tersebut. Pemikiran KH. Hasyim Asy'ari tentang pendidikan Islam lebih menekankan pada pengajaran akhlak dan moralitas, dengan tujuan untuk menciptakan individu yang berkarakter baik dan mampu berperan positif dalam masyarakat. Beliau berusaha menghidupkan semangat keilmuan di kalangan umat Islam, namun dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip tradisional yang mendalam. Di sisi lain, KH. Ahmad Dahlan memperkenalkan sistem pendidikan yang lebih modern, dengan mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Pemikiran beliau mengusung gagasan untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya berpengetahuan agama yang mendalam, tetapi juga memiliki kemampuan ilmiah dan profesional yang siap menghadapi kemajuan zaman.
Buku ini juga melakukan perbandingan antara pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan, mengungkap kesamaan dan perbedaan yang ada di antara keduanya. Walaupun keduanya berjuang di medan yang berbeda, mereka memiliki visi yang sama dalam membangun pendidikan yang relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman. Perbedaan pendekatan mereka terletak pada cara menyikapi perubahan zaman—KH. Hasyim Asy'ari lebih mengedepankan stabilitas tradisi, sementara KH. Ahmad Dahlan lebih terbuka pada pembaruan dan modernisasi. Meskipun demikian, keduanya sepakat bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masyarakat yang cerdas, beradab, dan bermoral.
Bagian C dalam buku ini membahas relevansi pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan di era modern. Dalam bagian ini, pembaca akan menemukan bagaimana pemikiran kedua tokoh ini sangat relevan dengan kondisi pendidikan Islam masa kini, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk globalisasi, kemajuan teknologi, dan dinamika sosial yang terus berkembang. Buku ini menggali topik-topik seperti integrasi pendidikan agama dan ilmu pengetahuan, yang merupakan salah satu warisan terbesar dari KH. Ahmad Dahlan, serta pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia—sebuah nilai yang dijunjung tinggi oleh KH. Hasyim Asy'ari.
Selain itu, pembaca akan disuguhkan dengan pemikiran kedua tokoh ini tentang pendidikan yang menghargai perbedaan. KH. Hasyim Asy'ari menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dalam masyarakat yang multikultural, sedangkan KH. Ahmad Dahlan mengedepankan semangat inklusivitas dan persatuan di tengah keberagaman. Buku ini juga menggali konsep kemandirian bangsa melalui pendidikan, dengan menyoroti bagaimana kedua tokoh tersebut memperjuangkan pendidikan sebagai sarana untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi serta politik global.
Melalui buku ini, pembaca diharapkan dapat lebih memahami betapa besar pengaruh KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan dalam membentuk arah pendidikan Islam di Indonesia. Buku ini tidak hanya mengenalkan pemikiran mereka, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana semangat perjuangan mereka dapat diteruskan untuk menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Dalam dunia yang terus berubah, pemikiran mereka menawarkan pedoman berharga untuk menciptakan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter bangsa yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan siap berkontribusi positif bagi dunia.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Keywords: | Pemikiran Pendidikan Islam, KH. Hasyim Asy'ari, KH. Ahmad Dahlan |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130199 Education systems not elsewhere classified 13 EDUCATION > 1301 Education Systems 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies |
| Divisions: | Faculty of Economics > Department of Management |
| Depositing User: | Sugeng Ali Mansur |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 14:17 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric