Responsive Banner

Niet Ontvankelijke Verklaard dalam penetapan Nomor.79/Pdt.P/2023/PA.Smi tentang kepastian hukum dalam dispensasi kawin

Desviani, Salma and Mustafa, Ahsin Dinal ORCID: https://orcid.org/0000-0003-0076-6922 (2024) Niet Ontvankelijke Verklaard dalam penetapan Nomor.79/Pdt.P/2023/PA.Smi tentang kepastian hukum dalam dispensasi kawin. Mitsaq: Islamic Family Law Journal, 2 (2). pp. 172-194. ISSN 2986-0644

[img] Text
26291.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (377kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengajuan permohonan Dispensasi Kawin pada Pengadilan Agama Sukabumi. Dalam permohonannya Pemohon mengajukan Dispensasi Kawin untuk anaknya karena anak tersebut bersikukuh untuk melaksanakan Pernikahan. Dalam sistem hukum Indonesia, dispensasi kawin merupakan prosedur hukum yang memungkinkan pasangan di bawah umur untuk menikah dengan izin dari pengadilan. Proses ini diatur untuk melindungi hak-hak anak di bawah umur dan memastikan bahwa pernikahan yang terjadi sesuai dengan ketentuan hukum dan prinsip perlindungan anak. Namun, ada kasus di mana pengadilan memutuskan perkara dispensasi kawin dengan putusan "niet ontvankelijk verklaard" (tidak dapat diterima). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim yang menyebabkan suatu perkara dispensasi nikah dinyatakan "niet ontvankelijk verklaard" oleh pengadilan, serta upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Pemohon dalam menyikapi putusan NO.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkara dispensasi nikah dapat dinyatakan "niet ontvankelijk verklaard" oleh pengadilan jika terdapat kecacatan sayarat formil dan ketidakcocokan alasan permohonan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam menanggapi putusan tidak dapat diterima maka ada 2 upaya yang dapat dilakukan oleh pemohon yakni; mengajukan perkaranya kembali atau mengajukan upaya banding atas ketidak puasan atas putusan tersebut. Penulis berpendapat bahwa dalam perkara ini pemohon dapat melakukan kedua upaya tersebut namun, jika memang pemohon tidak puas akan putusan pengadilan tersebut maka peneliti mengarahkan bahwa pemohon bisa mengajukan upaya banding dari peradilan tingkat pertama.

Item Type: Journal Article
Keywords: Niet Ontvankelijke Verklaard; Dispensasi Kawin; Kepastian Hukum
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law
Divisions: Faculty of Sharia and Law > Department al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ahsin Dinal Mustafa
Date Deposited: 30 Dec 2025 13:35

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item