Azharotunnafi (2025) Socio-cultural Sustainability: Identitas Komunitas Adat Baduy dalam Menghadapi Global Change (sertifikat hak cipta). EC002025181199.
|
Text
HKI_BADUY_sertifikat_2025-11-20.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Perubahan global merupakan transformasi dalam dimensi lingkungan, social, budaya, ekonomi dan politik. Banyak permasalahan terkait tergerusnya nilai-nilai lokal dari budaya adat yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap ancaman modernisasi dan globalisasi. Salah satu yang terkena imbas dari dampak global change adalah komunitas adat, yaitu Baduy. Masyarakat Baduy, yang dikenal dengan ketaatannya yang kuat terhadap adat istiadat tradisional dan penolakannya terhadap pengaruh modern, merupakan kasus yang unik dalam mempelajari keberlanjutan sosial-budaya. Komunitas adat Baduy telah mengalami komodifkasi budaya yang dapat menjadi peluang sekaligus ancaman pergeseran nilai-nilai asli yang dipertahankan sebagai wujud konservasi lingkungan dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran nilai-nilai adat sebagai bentuk komodifikasi budaya, peluang dan tantangan komunitas adat Baduy, dalam menghadapi global change, serta strategi socio-cultural sustainability dalam menghadapi global change. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pedoman Miles and Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pergesaran nilai-nilai adat Baduy. Dari segi ekologis yaitu bentuk tanah yang berubah, kepemilikan lahan di luar Baduy, pengelolaan sampah plastik yang kurang terjaga, dan terdapat beberapa jenis hewan ternak. Aspek ketaatan pada adat dan leluhur, yaitu penggunaan paku dan kayu untuk membuat rumah, dekorasi rumah, dan penggunaan obat-obatan medis. Aspek larangan dan pengendalian diri meliputi penggunaan teknologi dan sosial media, muncul pekerjaan baru, munculnya penggunaan jasa bank, kontribusi dalam pemilu, dan orientasi hidup yang materialistis. Aspek yang bergeser tersebut dinilai sebagai bentuk penyesuaian yang tidak dianggap sebuah pelanggaran adat. Segi keberlanjutan socio-cultural dan lingkungan yaitu revitalisasi aktif praktik budaya melalui pertunjukan, iklan di sosial media, upacara adat, enkulturasi budaya. Menerapkan keadilan sosial melalui komunitas, kohesi sosial dan rasa memiliki antaranggota dilihat dari berbagai kegiatan dan upacara adat yang dipatuhi bersama. Keberlanjutan lingkungan yaitu melalui pengelolaan sumber daya dan pengelolaan lahan melalui padi Huma. Peluang dan tantangan keberlanjutan identitas komunitas adat Baduy yaitu melalui penggunaan teknologi dan pekerjaan baru. Penggunaan teknologi mampu memberikan informasi mengenai informasi budaya Baduy dan produk lokal Baduy. Namun sekaligus menjadi tantangan apabila tidak digunakan dengan bijak. Peluang tersebut merupakan bentuk komodifikasi budaya yang berupa pengenalan. Pekerjaan yang baru seperti tour guide, selebgram, developer rumah, jualan online menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
| Item Type: | Hak Cipta |
|---|---|
| Keywords: | socio-cultural sustainability; komunitas adat Baduy; global change; komodifikasi |
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1601 Anthropology 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1608 Sociology |
| Divisions: | Faculty of Tarbiyah and Teaching Training > Department of Social Science Education |
| Depositing User: | Rasmuin Rasmuin |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 14:56 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric