Akbar, Putri Wulan
ORCID: https://orcid.org/0000-0001-8501-891X, Suminarti, Nur Edy
ORCID: https://orcid.org/0000-0003-2898-1616 and Arifani, Nisa
ORCID: https://orcid.org/0009-0004-0571-339X
(2026)
Perubahan iklim dan penyakit tular vektor di Asia Tenggara: Systematic literature review.
Journal of Islamic Medicine, 10 (1).
pp. 72-87.
ISSN 2550-0074
|
Text
27123.pdf - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (446kB) |
Abstract
Latar belakang: Perubahan iklim berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tular vektor melalui perubahan kondisi lingkungan yang memengaruhi dinamika vektor dan pola penularan penyakit. Kawasan Asia Tenggara merupakan wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim sekaligus memiliki beban penyakit tular vektor yang tinggi. Namun, bukti ilmiah yang secara sistematis mengkaji hubungan antara variabel iklim dan penyakit tular vektor di kawasan ini masih terbatas dan tersebar.
Tujuan: Untuk mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara perubahan dan variabilitas iklim dengan kejadian penyakit tular vektor di Asia Tenggara.
Metode: Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, EBSCOhost, dan PubMed menggunakan kombinasi kata kunci terkait perubahan iklim dan penyakit tular vektor. Artikel yang diinklusikan merupakan artikel penelitian original berbahasa Inggris, dipublikasikan pada periode 2021–2026, dan dilakukan di negara-negara Asia Tenggara. Proses seleksi dilakukan mengikuti pedoman PRISMA. Kualitas metodologis studi dinilai menggunakan instrumen penilaian kritis Joanna Briggs Institute (JBI). Sintesis hasil dilakukan secara naratif.
Hasil: Tujuh studi memenuhi kriteria inklusi. Suhu menunjukkan hubungan non-linear dengan risiko penyakit, dimana peningkatan suhu dalam rentang optimal meningkatkan transmisi, sementara suhu ekstrem cenderung bersifat protektif. Kelembapan absolut dan curah hujan umumnya berasosiasi positif dengan peningkatan insidensi, meskipun efeknya bergantung pada intensitas dan distribusi temporal. Gelombang panas dan kekeringan menunjukkan efek tertunda yang dapat meningkatkan risiko, sedangkan kondisi sangat basah berpotensi menurunkan transmisi pada konteks tertentu. Faktor lingkungan memperlihatkan peran penting, di mana kepadatan urban mendukung dominasi vektor tertentu, dan polutan udara menunjukkan asosiasi protektif pada beberapa studi. Kesimpulan: Hubungan antara variabel iklim dan penyakit tular vektor bersifat kompleks, non-linear, dan bersifat lokal. Integrasi variabel iklim ekstrem dan faktor lingkungan dalam sistem peringatan dini serta strategi pengendalian berbasis wilayah menjadi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Asia Tenggara.
| Item Type: | Journal Article |
|---|---|
| Keywords: | Asia Tenggara; cuaca ekstrem; determinan lingkungan; penyakit tular vektor; variabilitas iklim |
| Subjects: | 04 EARTH SCIENCES > 0401 Atmospheric Sciences > 040104 Climate Change Processes 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1117 Public Health and Health Services > 111705 Environmental and Occupational Health and Safety 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1117 Public Health and Health Services > 111799 Public Health and Health Services not elsewhere classified |
| Divisions: | Faculty of Medical and Health Sciences > Department of Doctor Profession |
| Depositing User: | Putri Wulan Akbar |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 11:19 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Dimensions
Dimensions