Responsive Banner

Dialog hukum islam, hukum positif, dan norma sapta darma tentang kedudukan wali nikah di lawang Kabupaten Malang

Nia, Amalia, Jamilah, Jamilah ORCID: https://orcid.org/0009-0005-8408-4401 and Musataklima, Musataklima ORCID: https://orcid.org/0009-0004-9827-4460 (2026) Dialog hukum islam, hukum positif, dan norma sapta darma tentang kedudukan wali nikah di lawang Kabupaten Malang. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 15 (1). pp. 308-323. ISSN 2615522

[img]
Preview
Text
28721.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (471kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji kedudukan wali nikah dalam masyarakat plural di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, khususnya pada ksus ayah penghayat Sapta Darma yang anaknya beragama islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-legal dengan jenis penelitian empiris yang memadukan analisis normatif dan empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tokoh agama Islam (mudin), tokoh Sapta Darma, serta pengikut Sapta Darma, dan studi dokumen terhadap peraturan perundang-undangan serta literatur ilmiah terkait. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan menggunakan kerangka teori pluralisme hukum John Griffiths.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kerangka normatif antara hukum Islam, hukum positif, dan norma Sapta Darma menimbulkan dinamika pluralisme hukum yang bersifat weak legal pluralism. Dalam praktiknya, kondisi ini melahirkan tiga pola dialog antarsistem hukum, yaitu integrasi, ketika norma hukum Islam diadopsi ke dalam hukum positif, koeksistensi, ketika norma Sapta Darma tetap hidup dalam masyarakat meskipun tidak memiliki kekuatan hukum yang setara dan negosiasi, ketika para pihak mencari jalan tengah melalui mekanisme seperti penggunaan wali hakim. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis empiris praktik perwalian nikah dalam komunitas penghayat Sapta Darma, yang sebelumnya lebih banyak dikaji secara normatif. Studi ini menunjukkan bagaimana interaksi antarsistem hukum dan peran tokoh lokal sebagai mediator menghasilkan kepastian hukum yang tetap menghormati keyakinan individu. Temuan ini tidak hanya mengisi kekosongan literatur, tetapi juga memperkaya teori pluralisme hukum dalam konteks masyarakat multikultural di Indonesia.

Item Type: Journal Article
Keywords: wali nikah; sapta darma; pluralisme hukum; dialog hukum
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Faculty of Sharia and Law > Department al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Musataklima Musataklima
Date Deposited: 07 Aug 2026 13:47

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item