Hidayatullah, Achmad Diny
ORCID: https://orcid.org/0000-0002-1370-6569
(2026)
PBNU secukupnya, NU selamanya.
https://duniasantri.co/.
|
Text
29030.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Ada satu hal yang lebih berbahaya daripada kalah dalam Muktamar: menjadi pemenang tetapi kehilangan persaudaraan. Sebab kemenangan dalam sebuah kontestasi organisasi hanya berlangsung untuk satu periode kepengurusan. Sementara luka karena kontestasi bisa dibawa bertahun-tahun, bahkan diwariskan menjadi dendam antarkelompok. Di situlah kalimat sederhana yang terdengar dari panggung Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, menemukan maknanya yang jauh lebih dalam: “Pengurus sak cukupe, NU sak lawase.” Pengurus secukupnya, NU selamanya. Gus Ipul menyampaikannya dalam pembukaan Muktamar ke-35. Menariknya, ungkapan yang hampir sama juga terdengar dalam pengajian Gus Baha pada Haul KH Sahal Mahfudh di Kajen. Gus Baha mengutip seloroh Gus Nadif, menantu Mbah Nafi Kajen: “NU saklawase, PBNU sakcukupe.” Seloroh itu sederhana, tetapi justru karena kesederhanaannya ia terasa seperti kebijaksanaan khas pesantren: jabatan memiliki batas, khidmah tidak.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Keywords: | pbnu; nu; muktamar |
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2099 Other Language, Communication and Culture |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Arabic Language and Letters |
| Depositing User: | Achmad Diny Hidayatullah |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 08:36 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric