Febriyanti, Alifia Putri
ORCID: https://orcid.org/0000-0001-7428-1034, Nadiya, Aulan, Marzuki, Iqbal Ahmad, Akbar, Putri Wulan
ORCID: https://orcid.org/0000-0001-8501-891X, Griana, Tias Pramesti
ORCID: https://orcid.org/0000-0002-2974-0884 and Asrofik, Asrofik
ORCID: https://orcid.org/0009-0008-2963-1929
(2026)
Evaluasi akumulasi beban Antikolinergik menggunakanA CB calculator pada jemaah haji Geriatri di wilayah Malang Raya.
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, 5 (4).
pp. 950-959.
ISSN 2829-6850
|
Text
29037.pdf Available under License Creative Commons Attribution. Download (1MB) | Preview |
Abstract
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh Muslim yang memenuhi kemampuanfisik maupun finansial (istitha’ah). Di Indonesia, jemaah haji geriatrimencakup proporsi substansial, yakni sekitar 30% dari total kuota jemaah pada tahun 2023. Penurunan fungsi fisiologis akibatpenuaan menyebabkan kelompok ini rentan terhadap berbagai gangguan kesehatanyangmemerlukan intervensi farmakologis jangka panjang. Penggunaan obat-obatan dengan aktivitas antikolinergik secara kumulatif dapat memicu akumulasi beban (anticholinergic burden) yang berisiko mengganggu performa fisik serta fungsi kognitif jemaah.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akumulasi beban antikolinergik pada jemaah haji geriatridi wilayah Malang Raya tahun 2024 menggunakaninstrumen ACB Calculator. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan desain observasional cross-sectionalberdasarkan data rekam medis pada pemeriksaan kesehatan tahap ketiga.Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive samplingdengan total 170subjek. Skor ACB diklasifikasikan menjadi dua kategori yakni beban rendah (skor 1-2) dan beban tinggi (skor sama dengan atau lebih dari 3). Hasil analisis menunjukkan bahwa 62,94% jemaah berada pada kategori beban antikolinergik rendah, sementara 37,06% jemaah berada pada kategori beban tinggi. Metformin teridentifikasi sebagai obat yang paling dominan dikonsumsi oleh subjek penelitian dengan klasifikasi aktivitas antikolinergik kategori rendah. Temuan tingginya proporsi jemaah dengan kategori beban antikolinergik tinggi (37,06%) menunjukkan perlunya tinjauan klinis khusus terhadap regimen obat guna mencegah risiko penurunan fungsi kognitif dan fisik; oleh karena itu, tenaga kesehatan haji direkomendasikan untuk melakukan evaluasi kumulatif obat secara berkala dan penyesuaian regimen metformin guna meminimalkan risiko gangguan termoregulasi serta menjamin keberlanjutan kriteria istitha’ah kesehatan jemaah selama di tanah suci.
| Item Type: | Journal Article |
|---|---|
| Keywords: | antikolinergik; anticholinergic burden; acb calculator; geriatri; haji |
| Subjects: | 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1115 Pharmacology and Pharmaceutical Sciences > 111503 Clinical Pharmacy and Pharmacy Practice |
| Divisions: | Faculty of Medical and Health Sciences > Department of Pharmacy |
| Depositing User: | Alifia Putri Febriyanti |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 14:42 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Dimensions
Dimensions