Cognition without affection: Refleksi program akselerasi di madrasah

Nuqul, Fathul Lubabin and Zamroni, Zamroni and Rahmawati, Oktalia and Pranata, Dwi Chandra (2013) Cognition without affection: Refleksi program akselerasi di madrasah. Psikoislamika, 10 (2). pp. 5-20. ISSN 1829-5703

[img]
Preview
Text (Full text article)
cognition.pdf - Published Version

Download (124kB) | Preview

Abstract

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Bab IV pasal 5 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa “warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan layanan khusus.” Untuk menjalankan amanat Undang-Undang tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Program Percepatan Belajar bagi siswa SD, SMP dan SMA yang cerdas dan berbakat istimewa. Tak ketinggalan Madrasah yang merupakan jenjang pendidikan di bawah naungan Kemenntrian Agama RI, berlomba untuk menyelenggarakan program akselerasi untuk anak cerdas berbakat. Dalam dua tahun terakhir di Jawa Timur telah terjadi peningkatan sisi kuantitas madrasah penyelenggara, yang mencapai 36 madrasah penyelenggara Akselerasi. Dari telaah peneliti pada 2 MTsN dan 3 MAN penyelenggara program akselerasi menunjukkan ada beberapa problem: Pertama pada perekrutan, madrasah penyelenggara program akselerasi kurang bisa mengundang calon siswa secara luas. Kedua, adanya problem SDM yang mumpuni. Ketiga, kurangnya kesadaran akan kebutuhan psikologis siswa akselerasi. Solusi yang bisa diajukan adalah; Pertama, perlu adanya upaya sosialisasi yang sistemik tentang kualitas dan kapasitas madrasah sebagai penyelenggara program akselerasi sehingga masyarakat akan percaya untuk menitipkan anaknya di madrasah. Kedua, meningkatkan SDM yang komplit, selain bisa mengajar juga bisa mendidik serta mempunyai kapasitas psikologis pribadi yang mumpuni. Ketiga, madrasah menyiapkan program untuk meningkatkan kemampuan emosional, spiritual dan sosial anak, untuk mengimbangi potensi kognitifnya. Madrasah sebenarnya mempunyai ciri sendiri yang tidak dipunyai oleh model pendidikan yang lain, yaitu kompetensi spiritual emosional siswa yang baik. Demikian juga dalam program akselerasi, seharusnya madrasah mampu mewarnai dengan ciri yang lebih baik yaitu kombinasi pendidikan yang berorientasi kognitif juga pada peningkatan kapasitas emosional dan spiritual.

Item Type: Journal Article
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170103 Educational Psychology
Divisions: Faculty of Psychology
Depositing User: Dr Fathul Lubabin Nuqul
Date Deposited: 18 Apr 2016 06:39

Actions (login required)

View Item View Item