76 Fatwa Cinta

Halimi, Zuhdy (2018) 76 Fatwa Cinta. Telaga Aksara, Yogyakarta. ISBN 9786025101724

[img]
Preview
Image
fawta cintaku.jpg

Download (80kB) | Preview

Abstract

Buku ini hadir dari kegelisahan penulis tentang pemahaman dan perilaku cinta. Banyak cinta dan atas nama cinta, seseorang melakukan hubungan intim di luar nikah, perselingkuhan, pemujaan nafsu, dan bahkan “atas nama cinta”, yang haram menjadi halal dan yang halal diharamkan.

Dari nama buku ini “76 fatwa Cinta”, Angka 76, terinspirasi dari kata “al-Hubb” yang ada di dalam al-Qur’an, angka tersebut berjumlah 76. Dengan berbagai gelombang cinta kehidupan, terserat indah dalam al-Qur’an, penuh sedih, urai rasa, dan panjat munajat untuk meraih cinta, kisah cinta manusia, cinta pada Tuhan, cinta pada harta, cinta pada tahta dan bagaimana cinta merasuk pada setiap relung kehidupan Manusia.

“76 Fatwa Cinta” buku ini, bukanlah buku Fatwa yang isinya memutuskan halal-haram dan baik-buruk, tetapi bagaimana hati mampu mengulah “bashirah” untuk menemukan keputusan tingkah laku yang lebih baik, lebih pantas, dan lebih manusiawi tanpa menyimpang dari ajaran Allah. Fatwa ini penulis temukan dari ceceran setiap gerak dedaun, gelombang air, sepoi angin, tebar debu, cecap rasa, tingkah manusia dan hewan.

Fatwa ini tidak melalui hasil ijtihad sesungguhnya, tetapi hanya melalui perenungan antara dalil naqli dan aqli, itupun lebih pada rasa, dan insyaAllah tidak menyimpang dari ajaran Agama. Fatwa dalam bahasa Arab, bermakna “nasihat", sesungguhnya, adalah untuk memberi nasihat kepada penulis sendiri, kalau mungkin ada sari-sari bunga yang tersisa dari nasihat, itu hanyalah sebuah kebetulan saja, dan penulis memohon kepada Allah agar tulisan ini dapat menjadikan wasilah kebaikan diri penulis dan mungkin untuk pembaca. Fatwa yang bermakna “jawaban”, untuk menjawab setiap rasa gulana, dengan rasa bahagia. Setiap tanya petaka rindu, terjawab dengan rindu pesona. Cinta yang hambar, dijawab dengan cinta penuh rasa untukNya. Dan fatwa yang bermakna "pendapat", buku ini, sebagai tetes ide penulis dalam sekerat otak yang tercurah ketika melihat beberapa tingkah kehidupan, baik di perjalanan, tempat kerja, masjid, pasar, dan lain sebagainya.

Sedangkan “cinta” adalah harapan di tengah arus kegersangan, persaingan, keangkuhan dan kemunafikan, setetes anggur cinta itulah harapannya, karena dapat menyegarkan kerongkongan dari angkara murka dan kemarahan, adakah selain cinta yang dapat meluluh lantakkan kemunafikan dan keangkuhan? biarlah Fir’aun, Hitler, dan algojo-algojonya memaksa Sang Mouses untuk meninggalkan Tuhannya dalam keadaan mabuk cinta, biarlah sang orang tuanya (tanpa cinta) menjadi penghalang cinta Juliut dan Romeu, tapi bunga cinta pun terus mekar meskipun teragis dalam akhir ceritanya, tapi cinta tetap tumbuh dalam kesempurnaan, meminjam istilahnya Kuswaidi “siapapun boleh mencoba atau melakukan apa saja, tapi akhirnya siapa pun juga akan tahu dan menyadari bahwa cintalah satu-satunya makhluq yang diberi kemungkinan untuk mulus meyebrang ke “rumahNya”, kesebuah wilayah yang tidak akan pernah final dirumuskan oleh intelektualis yang paling handal sekalipun; cinta bertahta di atas segala garis, bersila di atas segala mungkin”, karena cinta adalah energi-dan –kristal-cahaya yang tidak bisa diringkus oleh apapun, maka dapat dipastikan bahwa ia menyelusup ke dalam berbagai bentuk dan penampilan.

Buku ini diharapkan dapat menambah hazanah keilmuan masyarakat Indonesia dalam memahami dan melakukan ”cinta”. Tidak hanya dipahami melalui narasi-narasi indah, tetapi bagaimana ia mampu mewujudkannya.

Sebelum menjadi buku, tulisan-tulisan ini adalah renungan panjang penulis, dari tahun 2016-2017 akhir, bahkan dari tahun-tahun sebelumnya. Dan beberapa tulisan di atas sudah pernah dibedah di berbagai kajian, seminar, dan lainnya, sehingga bagi banyak santri dan masyarakat Jawa Timur Khususnya, tulisan ini sangat akrab dengan mereka, namun hanya menunggu terbit tulisan berupa buku, beberapa tulisan dalam buku Fatwa Cinta ini, telah di bedah di beberapa pesantren dan kampus dengan dihadiri ratusan santri, mahasiswa dan masyarakat.

Buku ini sudah dibaca oleh beberapa kyai, ustadz, tokoh agama sebagai restu untuk diterbitkan, dan ada catatan khusus dari D.Zawawi imron tentang buku ini, “Inilah gamelan jiwa yang ingin berangkat dengan melangkah menuju Cinta. Dengan berbekal penghayatan religius, Halimi Zuhdy memaparkan kepatuhan kepada Sang Pencipta dengan bahasa prosa liris. Karya sastra seperti ini, saya kira diperlukan untuk menghaluskan perasaan, terutama pada zaman yang hiruk pikuk yang menggambarkan kedangkalan jiwa”.

Harapan besar kami, buku ini dapat diterbitkan oleh Penerbit Gramedia, sehingga buku ini dapat menjadi salah satu hazanah di Indonesia.

Item Type: Book
Keywords: Fatwa Cinta
Divisions: Faculty of Tarbiyah and Teaching Training > Department of Arabic Language Education
Depositing User: Halimi Zuhdy Zuhdy
Date Deposited: 06 Dec 2018 02:36

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item