Konstruksi sosial aktivis muda Islam kampus tentang jihad dan negara Islam di Kota Malang

Zainuddin, M (2004) Konstruksi sosial aktivis muda Islam kampus tentang jihad dan negara Islam di Kota Malang. Research Report. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (Full text)
jihad.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (356kB) | Preview

Abstract

Setelah data penelitian dianalisis dengan teori kontruksi sosial Berger, maka terdapat dua kelompok sosial aktivis muda Islam kampus dalam memahami jihad dan negara Islam, yaitu Fundamentalis dan Moderat.

Pertama, kelompok aktivis muda Islam fundamentalis. Menurut kekompok ini konsep negara Islam ada dan jelas basis teologis dan historisnya. Dalam pandangan mereka jihad terbesar adalah mengorbankan yang paling dicintai, yaitu nyawa. Objek jihad adalah menegakkan hukum Allah swt. Cara terbaik menegakkan hukum Allah adalah dengan mendirikan negara Islam, karena peran negara begitu besar dan kuat.

Sikap keberagamaan golongan ini eksklusif. Mereka berpandangan dan bertindak penuh keyakinan. Keyakinan tersebut dibangun dengan menyalahkan golongan lain, termasuk golongan lain dari kalangan umat muslim sendiri. Sikap mereka terhadap kalangan muslim yang berbeda pandangan cenderung tak peduli. Mereka tetap dengan keyakinan dan cara pandangnya. Mereka tetap mengusahakan mendakwahi kalangan muslim yang berbeda pandangan tersebut. Dengan demikian, sikap golongan ini bercorak eksklusif-Islamsentris.

Bagi aktivis muda Islam fundamentalis, pola relasi mereka bercorak koeksistensi, artinya bahwa mereka menerima adanya konsep negara selain khalifah, sebagai hasil ijtihad manusia, bukan karya Tuhan.

Kedua, kelompok aktivis muda Islam moderat. Dalam pandangan mereka Islam tak menganjurkan bentuk negara secara pasti. Islam hanya memberikan panduan dasar sebuah negara dibentuk dan dijalankan. Jihad adalah kewajiban. Menjadi yang terbaik di bidang masing-masing, bahkan mendapat pengakuan dan simpatik dunia, termasuk non muslim adalah jihad yang relevan pada saat ini.

Sikap kebergamaan kelompok ini lebih inklusif dibanding kelompok yang fundamentalis. Termasuk dalam hal ini adalah sikap terbuka untuk menerima model dan bentuk negara selain konsep khilfah yang diusung kelompok fundamentalis. Adapun sikap golongan ini terhadap mereka yang fundamentalis adalah menerima. Mereka beranggapan bahwa formula khilafah pernah membuat umat muslim mampu memimpin peradaban dunia. Dengan demikian sikap keberagamaan golongan moderat bercorak inklusif-Islamsentris.

Pola relasi kelompok moderat bercorak pro-eksistensi, yaitu mereka beranggapan, bahwa konsep khalifah, demokrasi, kerajaan hanyalah alat untuk menegakkan keadilan, kebenaran, kebaikan kesejahteraan bersama, keimanan dan kebaikan-kebaikan lainnya. Negara boleh dengan model apapun, asalkan untuk mencapai tujuan-tujuan mulia tersebut.

Item Type: Research (Research Report)
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1608 Sociology > 160810 Urban Sociology and Community Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Faculty of Tarbiyah and Teaching Training > Department of Islamic Education
Depositing User: Faizuddin Harliansyah
Date Deposited: 04 May 2016 12:33

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item