Mencermati Epistemologi Tasawuf

Soleh, Khudori (2010) Mencermati Epistemologi Tasawuf. Ulumuna, 14 (2). pp. 227-248. ISSN 1411-3457

[img]
Preview
Text
EPISTEMOLOGI TASAWUF (Jurnal Ulumuna).pdf

Download (363kB) | Preview

Abstract

Indonesia:

Epistemologi irfani yang dikembangkan dan digunakan dalam tasawuf adalah salah satu sistem penalaran yang dikenal dalam tradisi keilmuan Islam, di samping bayani dan burhani. Berbeda dengan bayani yang mendasarkan diri pada teks suci dan burhani yang mengandalkan kekuatan dan aturan logis, irfani mendasarkan pengetahuannya pada kasyf, terlimpahnya pengetahuan secara langsung dari Tuhan ke dalam hati tanpa perantara, tanpa analisis dan olah logika. Cara pencapaiannya adalah dengan olah ruhani lewat tahapan-tahapan spiritual tertentu (maqâmât) dan pengalaman batin tertentu (hâl). Pengetahuan yang diterima dibagi dalam 2 kategori: pengetahuan yang tidak terkatakan dan pengetahuan yang terkatakan. Pengetahuan yang tidak terkatakan hanya dapat dipahami oleh yang bersangkutan sebagai pengalaman spiritual yang luar biasa, sedang pengetahuan yang terkatakan disampaikan lewat dua cara: qiyâs irfân dan syathah. Namun, berbeda dengan qiyâs bayân yang meletakkan teks suci sebagai pokok (ashl) dan pengalaman empirik sebagai cabang (far’), qiyas irfân justru menempatkan pengalaman spiritual sebagai pokok (ashl) dan teks suci sebagai cabang (far’).

English:

Epistemology of irfâni which is developed and used in Sufism is one system of reasoning in Islamic knowledge tradition, beside bayani and burhani. In contrast with bayâni which bases on sacred texts and burhani which relies on the power and the rules of logic, epistemology of irfâni bases its knowledge on kasyf, knowledge which is effused directly from God into the hearts without intermediately, analysis, and the way of logic. The ways of achievement pass though the stages of certain spirituality (maqâmât) and certain inner experiences (hâl). Received knowledge is divided into 2 categories: unexpressed knowledge and expressed knowledge. Unexpressed knowledge can only be understood by the person as an extraordinary spiritual experience, expressed knowledge is delivered in two ways: qiyâs irfân and syathah. Qiyâs irfân, in contrast to qiyâs bayân which put the sacred text as a principal (ashl) and empirical experience as a branch (far '), put a spiritual experience as a principal (ashl) and sacred texts as a branch (far').

Item Type: Journal Article
Keywords: kasyf; maqâmât; qiyâs irfân; syathahât
Subjects: 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130105 Primary Education
17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170103 Educational Psychology
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220304 Epistemology
Divisions: Graduate Schools > Doctoral Programme > Graduate School of Interdisciplinary Islamic Education
Depositing User: Dr Achmad Khudori Soleh
Date Deposited: 10 May 2016 09:06

Actions (login required)

View Item View Item