Peningkatan SDM perguruan tinggi yang berkeadilan Gender melalui IA-CEPA

Rahayu, Mundi (2019) Peningkatan SDM perguruan tinggi yang berkeadilan Gender melalui IA-CEPA. Presented at International Workshop Gender and International Relation: Contemporary Issues in Australia and Indonesia, 22-24 November 2018, Indonesia. (Unpublished)

[img] Text (full text)
4520.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (320kB)

Abstract

Pemerintah Indonesia dan Australia telah menandatangani kesepakatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Agustus tahun 2018. Kesepakatan tersebut merupakan upaya mengatasi hambatan perdagangan bagi kedua negara, atau dengan kata lain dibukanya pasar bebas di antara kedua negara. Kedua negara berupaya memperbaiki akses terhadap pasar jasa, liberalisasi perdagangan, dan meningkatkan investasi Indonesia di Australia dan sebaliknya. Di sisi lain, dibukanya pasar bebas menjadi alarm bagi perguruan tinggi Indonesia untuk bergerak secara lebih strategis.

Paper ini bermaksud untuk membahas Peran perempuan dalam dunia kerja akademik, berbagai hambatan yang lazimnya menyertainya, dan profil sumber daya manusia (dosen) Perguruan tinggi yang adai Pangkalan Ristek Dikti, untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh bagaimana posisi perempuan di dua akademik di Indonesia. Paper ini juga membahas berbagai produk hukum dari kemenristek Dikti yang berkaitan dengan pendirian Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN).

Paper ini juga membandingkan dengan beberapa studi sejenis untuk menawarkan cara membangun berbagai kolaborasi penting yang bisa dikembangkan di perguruan tinggi, untuk menyambut CEPA. Salah satu langkah strategis adalah kemitraan pendidikan tinggi untuk pengembangan kualitas SDM perguruan tinggi, baik tenaga pendidik maupun mahasiswa dengan mempertimbangkan aspek keadilan gender. Selain meningkatkan daya saing, kemitraan ini penting untuk mengembangkan pemahaman budaya yang berkeadilan gender, dan sebagai bentuk soft-power diplomacy.

Kemitraan antarperguruan tinggi di Indonesia maupun perguruan tinggi Indonesia- Australia harus berperspektif keadilan gender. Untuk itu makalah ini membahas beberapa kendala yang dihadapi oleh akademisi perempuan di Indonesia, dan beberapa strategi untuk mengatasinya. Kolaborasi akademik bisa dilakukan dalam berbagai bentuk kerjasama riset, mobilitas akademik dosen dan mahasiswa.

Item Type: Conference (Paper)
Keywords: kolaborasi akademik; Indonesia-Australia; gender; mobilitas akademik; IA CEPA
Divisions: Faculty of Humanities > Department of English Language and Letters
Depositing User: Dr Mundi Rahayu
Date Deposited: 16 Jul 2019 08:07

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item