Pesantren Management and Development towards Globalization: Proceeding of 1st International Conference of Pesantren

(2016) Pesantren Management and Development towards Globalization: Proceeding of 1st International Conference of Pesantren. UIN Maliki Press, Malang. ISBN 978-602-1190-58-6 UNSPECIFIED : UNSPECIFIED.

[img] Text
Proceeding-Pesantren.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (25MB)

Abstract

Dinamika pesantren di Indonesia terus bergerak menjawab tantangan jaman, seiring dengan problematika umat yang selalu mengalami perubahan pesantren terus eksis melakukan berbagai inovasinya. Inovasi yang diproduksi pesantren ternyata mengalami lompatan dari perkembangan kurikulum yang selama ini di anut oleh pesantren, mulai dari produk pendidikan dan pembelajaran, di bidang perekonomian bahkan akhir-akhir ini dibidang teknologi juga mulai dikembangkan pesantren. Pada saat ini pesantren sudah mulai sadar bahwa komunitasnya merupakan komunitas besar yang bisa memberikan nilai keuntungan bagi perkembangan pesantren. Ditambah lagi dengan nilai hidup kesederhanaan dan nilai kesungguhan, kejujuran dan yang paling penting adalah kejernihan berfikir yang dikembangkan dalam pengalaman hidup di pesantren yang mengakibatkan sumber daya manusia di pesantren memiliki nilai ekonomis dan produktif bagi perkembangan pesantren itu sendiri.

Bahkan yang lebih menarik dicermati adalah pesantren juga mulai tertarik pada upaya modernisasi manajemen yang mungkin selama ini dianggap berhaluan tradisional. Seperti Ma’had Ali Sunan Ampel UIN Maliki Malang. Ma’had Ali UIN Maliki dijadikan sebagai icon pengembangan kampus UIN Malang menjadi kampus yang mengintegrasikan antara ilmu agama dan umum. Pesantren dijadikan icon, karena memang secara historis lembaga ini mampu bertahan pada segala kondisi dan zaman. Menurut Surya Darma Ali,”Pendidikan pesantren merupakan jenis pendidikan khas Indonesia yang tidak diragukan lagi selama puluhan tahun bahkan ada yang telah seabad lebih, memberikan andil perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam dekade terakhir jumlah pesantren semakin berkembang dan kini jumlahnya sekitar 16.000 pesantren.”(Ali, 2013)

Menurut Imam Suprayogo, “secara konkrit, apa yang telah dikembangkan di UIN Malang, kampus dilengkapi dengan masjid dan ma’had. Kedua fasilitas ini keberadaannya sangat penting untuk membiasakan para mahasiswa dalam mengembangkan nilai-nilai spiritual dan akhlak. Tidaklah mungkin, belajar Islam sekedar melalui membaca buku di perpustakaan dan penelitian di laboratorium. Kegiatan itu harus disempurnakan dengan kegiatan-kegiatan nyata di masjid maupun di ma’had. Betapa pentingnya, pembiasaan ini dapat dilihat melalui perbandingan antara lulusan perguruan tinggi agama dengan pendidikan pondok pesantren. Dalam banyak kasus, produk pesantren lebih matang dalam melakukan peran-peran kehidupan keagamaan, daripada lulusan perguruan tinggi agama. Hal itu terjadi oleh karena pendidikan di pondok pesantren, sekaligus mengembangkan kultural melalui pembiasaan-pembiasaan. Sedangkan di perguruan tinggi agama, sebatas ditempuh melalui kegiatan kuliah dan analisis yang tidak lebih sekedar mengisi otak kiri belaka. Pembiasaan terhadap kegiatan keagamaan melahirkan penghayatan nilai-nilai agama, atau secara langsung akan memperkokoh kedewasaaan spiritual ataupun juga kedewasaan sosial yang biasanya dimasukkan pada kawasan otak kanan.”(Suprayogo, 2005).

Ma’had SAA Maliki UIN Malang dijadikan sebagai penjamin kualitas mahasiswa yang memiliki wawasan dan karakter keagamaan sedangkan fakultas menjamin wawasan ilmu umum. Secara kelembagaan ma’had juga menjadi prioritas dari pengembangan penjaminan mutu di lingkungan UIN Maliki Malang, hal itu ditunjukkan dalam blueprint Kantor Jaminan Mutu yang tertuang dalam butir-butir mutu setiap unit dan lembaga, dan salah satunya adalah ma’had, dimana setiap unit harus menetapkan butir-butir mutunya yang mengacu pada Pedoman Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional 2003, (Muhaimin, 2005).

Kurikulum pesantren memang terkesan hanya difokuskan pada pemahaman kitab kuning saja, akan tetapi kita mungkin bertanya-tanya apa hubungannya kitab kuning dengan pemikiran para kyai yang mampu memberikan solusi pada problem masyarakat dan produk yang dihasilkan santrinya yang berorientasi pada pemberdayaan sumberdaya alam. Mungkin kita kembali kepada teori pembentukan pesantren itu sendiri, dimana secara fitrah pesantren terbentuk karena tiga hal yang pertama karena ada keinginan masyarakat itu sendiri agar masyarakat tersebut mendapatkan manfaat dari keberadaan pondok itu.Teori yang kedua adalah pembentukan pesantren, karena keinginan untuk meneruskan generasinya agar tidak hilang nilai-nilai luhur yang sudah ditanamkan kyai pendahulunya. Yang ketiga, karena keinginan kyai itu sendiri karena ingin menjadi bagian untuk memberikan solusi bagi masyarakat seperti pesantren Sidogiri, Nurul Jadid dan lain sebagainya. Jadi sangat wajar ketika kita melihat bagaimana peran pesantren yang tanpa batas, karena watak dasar lembaga ini memang dibentuk untuk menyelesaikan problem masyarakat dalam bentuk apa saja, baik ekonomi, politik dan kebangsaan, hukum, sampai pada problem yang berkaitan dengan alam.

Dalam konferensi internasional yang diselenggarakan oleh ma’had al-Ali Sunan Ampel Malang ini, ada terblesit keinginan dari kami untuk menggali lebih banyak lagi produk dari dinamika pesantren sekaligus memperkenalkan kepada dunia internasional bahwa berangkat dari kesederhanaan dan kejernihan hati yang dikembangkan pesantren akan melahirkan berbagai macam produk yang inovatif.

Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.PdI
(Ketua Panitia Konferensi Pesantren sekaligus Peneliti tentang Dinamika Perubahan Pesantren)

Item Type: Book
Subjects: 13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130304 Educational Administration, Management and Leadership
Depositing User: Faizuddin Harliansyah
Date Deposited: 07 Sep 2016 09:25

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item