Semiotika al-Qur`an: mengungkap makna hidayah dalam surat al-Fatihah

Muzakki, Akhmad (2017) Semiotika al-Qur`an: mengungkap makna hidayah dalam surat al-Fatihah. Research Report. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img] Text
7946.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (403kB)

Abstract

Jika semiotika dirumuskan sebagai ilmu tentang tanda, maka jelas al-Qur`an yang historis (lughat) merupakan bidang subur bagi analisis semiotis. Di kalangan filsuf, misalnya Jacques Derrida, ia menolak dan tidak mengakui adanya petanda terakhir. Bahasa menurut Derrida adalah metafora yang tidak mempunyai rujukan final. Makna muncul karena pertukaran metafora, dan makna akan berubah ketika para pelakunya juga berubah. Dengan kata lain, makna selalu bersifat dinamis dan relasional, karena itu, rujukannya bersifat tak terbatas (St. Sunardi: 1996; 76). Senada dengan Derrida, Khaled M. Abou El Fadl (2004; 213) mengatakan, resiko penutupan dari sebuah teks adalah bahwa teks akan dipandang tidak relevan lagi. Penetapan makna terakhir yang dilekatkan pada teks akan menyegel makna teks untuk selamanya. Teks menjadi tidak relevan, dalam arti bahwa para pembaca tidak punya alasan untuk kembali merujuk kepada teks dan menggelutinya. Akibatnya, teks asli kehilangan otonominya, dan ia menjadi teks yang bergantung pada pihak lain. Berangkat dari logika ini, al-Qur`an yang menjadi kitab suci juga dapat dipahami dan dikonstruk melalui perkembangan studi linguistik dan budaya, khususnya bidang kajian semiotika.

Item Type: Research (Research Report)
Keywords: semiotika; Hidayah; al-Fatihah
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics > 200409 Arabic Linguistics > 20040999 Arabic Linguistics not elsewhere classified
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Arabic Language and Letters
Depositing User: Akhmad Muzakki
Date Deposited: 17 Mar 2021 13:51

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item