Berperan sebagai sahabat belajar bagi anak di masa pandemi covid-19

Sa`diyah, Halimatus (2021) Berperan sebagai sahabat belajar bagi anak di masa pandemi covid-19. In: Suka duka mendampingi anak belajar di masa pandemi. Satu Press, Tulungagung, pp. 221-229. ISBN 9786239628024 Editors : Naim, Ngainun

[img] Text
8379.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (938kB) | Request a copy

Abstract

Sejak Maret 2020, wabah covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu bidang yang merasakan dampaknya adalah bidang pendidikan. Dalam hal ini, pemerintah mengambil kebijakan, agar pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan) (Handarini, 2020: 496). Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah agar proses belajar mengajar tetap dijalankan, meskipun tidak secara langsung. Daring juga menjadi sebuah langkah untuk melindungi masyarakat dari tertularnya covid-19, terutama bagi anak-anak.
Daring mengantarkan pembelajaran pada pola BDR (Belajar Dari Rumah). Belajar dari rumah membuat adanya model belajar yang sebelumnya belum pernah terjadi. Kondisi ini adalah fenomena yang baru, tidak hanya bagi para pendidik atau bapak-ibu guru tetapi juga bagi orang tua dan anak-anak. Padahal, bagaimanapun keadaannya, belajar harus tetap dilakukan agar anak-anak terpenuhi kebutuhan pengetahuan dan keterampilannya (Oktiani, 2017: 217).
Terdapat beberapa orang tua yang merasa kaget, bingung bahkan gelisah dalam menghadapi model belajar dari rumah, karena orang tua harus menyiapkan diri untuk selalu mendampingi putra-putrinya agar tetap semangat belajar meskipun di dalam rumah (Saputro, 2020: 329). Orang tua berfikir tidak mudah menggantikan sosok bapak ibu guru yang selama ini ada di sekolah, belum lagi merubah mindset anak bahwa bersekolah adalah berangkat menuju sekolah sebagai tempat untuk bertemu dengan bapak ibu guru dan bermain dengan teman-temannya. Selain itu, orang tua juga perlu menyadari bahwa bukan hal yang mudah bagi anak untuk menghadapi kondisi yang membatasi anak untuk selalu di rumah dan tidak banyak melakukan interaksi fisik secara langsung dengan orang lain. Anak dapat berada pada masa kejenuhan, kebosanan, bahkan tertekan (Tabi`in, 2020: 192).
Sebelum pandemi ini muncul, anak-anak belajar di sekolah sekitar tujuh sampai delapan jam dan orang tua dapat bekerja di tempat kerja dengan leluasa. Begitu pula, orang tua biasanya hanya mendampingi anak-anak belajar jika ada PR (Pekerjaan Rumah) atau tugas tambahan dari sekolah yang kurang dimengerti. Namun, di masa pandemi covid-19 ini perubahan terjadi, anak-anak sudah tidak lagi berangkat ke sekolah, Sehingga, anak-anak belajar di rumah dengan didampingi oleh orang tua masing-masing. Keadaan BDR (Belajar Dari Rumah) membuat orang tua menyiapkan diri secara optimal agar anak-anak tetap dapat belajar secara nyaman, menyenangkan dan membisakan. Oleh karena itu, di masa pandemi ini, orang tua menempati posisi yang penting pada aktifitas belajar anak (Iftitah, 2020: 74).
Banyak hal yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam mendampingi putra-putrinya belajar di rumah secara maksimal. Salah satunya adalah dengan cara menjadi sahabat belajar mereka. Posisi sebagai sahabat bagi anak, tidak merubah kedudukan ayah-bunda sebagai orang tua yang harus dihormati (Masni, 2017: 70). Tetapi, orang tua yang menjadi sahabat bagi anak ketika belajar menjadikan ayah-bunda sebagai sosok yang memiliki hubungan yang erat dengan anak, sehingga anak tidak canggung untuk bertanya terkait materi pelajaran yang belum dikuasai, bahkan sebagai sahabat anak, orang tua dapat memberikan motivasi, arahan, pantauan, pembelajaran tanggung jawab dan penerapan kedisiplinan tanpa ada paksaan pada anak.
Menjadi sahabat saat mendampingi anak belajar bukanlah hal yang dapat menggantikan peran sekolah dan bapak-ibu guru (Wardhani, 2020: 49). Tetapi, dengan orang tua menjadi sahabat, anak-anak dapat melakukan pembelajaran yang maksimal. Untuk menjadi sahabat belajar, orang tua hendaklah memperhatikan langkah atau tindakan yang dapat mendukung proses pendampingan belajar pada anak. Semua tindakan yang dilakukan merupakan hasil dari kerjasama orang tua dan anak yang telah menjadi patner untuk mewujudkan sebuah tujuan, yaitu anak sukses dalam belajar walaupun bersama ayah-bunda dan di dalam rumah.

Item Type: Book Section
Additional Information: Book chapter
Keywords: sahabat belajar; anak; pandemi covid-19
Subjects: 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130101 Continuing and Community Education
Divisions: Faculty of Psychology
Depositing User: Halimatus Sa`diyah
Date Deposited: 04 Jun 2021 17:13

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item