Menguji relasi fatwa MUI dan netizen Indonesia: dari relasi keberadaan fatwa haram Astrazeneca ke implikasi diskursus keberagamaan di Indonesia

Miski, Miski and Fauziah, Wiwi (2021) Menguji relasi fatwa MUI dan netizen Indonesia: dari relasi keberadaan fatwa haram Astrazeneca ke implikasi diskursus keberagamaan di Indonesia. In: Peran fatwa MUI dalam perubahan sosial: fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam pandangan akademisi. Sekretariat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, pp. 703-719. ISBN 978-623-90163-3-3 Editors : Sholeh, Asrorun Niam

[img] Text
9360.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Kajian ini dimaksudkan untuk menguji eksistensi [fatwa] MUI terkait status haram vaksin AstraZeneca di tengah netizen Indonesia, baik netizen elit (representasi dari lembaga sosial keagamaan, ilmuwan, dan media massa arusutama) maupun non-elit (representasi dari kelompok netizen yang tidak memiliki kapasitas sebagai seorang pakar, ketidakjelasan identatis, baik identitas pribadi maupun komunitas atau afiliasinya). Hal ini pada dasarnya merupakan isu penting yang diabaikan oleh para pengkaji fatwa MUI selama ini. Bagaimana pun, netizen Indonesia berperan aktif dalam proses sosialisasi dan efektivitas fatwa tersebut. Pertanyaan utama yang dijadikan titik pijak adalah bagaimana fatwa tersebut memicu lahirnya ragam respons di kalangan netizen Indonesia dan bagaimana respons tersebut merepresentasikan relasi tertentu? Pertanyaan ini sekaligus menjadi pertanyaan implikatif-reflektif akan keberadaan MUI itu sendiri. Dengan menggunakan model analisis tiga dimensi: deskriptif, kritis dan reflektif, kajian ini menunjukkan bahwa keberadaan netizen elit melahirkan relasi esensial yang berperan secara positif terhadap keberadaan MUI, seperti terjadinya proses dialektis antar lembaga-individu; konstruksi dinamisasi hukum Islam, dan popularisasi istilah asing dalam hukum Islam bagi masyarakat umum. Sedangkan netizen non elit melahirkan relasi non esensial atau bahkan kontraproduktif, dan berimplikasi secara negatif seperti deotorisasi peran MUI, menguatnya irasionalitas dalam beragama, dan pendangkalan paham keagamaan.

Item Type: Book Section
Keywords: AstraZeneca; fatwa MUI; netizen; vaksin Covid-19.
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies
Divisions: Faculty of Sharia and Law > Department of Al-Quran and Tafseer studies
Depositing User: Miski Miski
Date Deposited: 29 Sep 2021 08:54

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item