Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (2024) HKI: LITERASI KEUANGAN DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN: PERAN PENTING KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA. EC002024229579.
![]() |
Text
2024 sertifikat_EC002024229579_241120_104541.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi di era digital semakin mempermudah berbagai aktivitas manusia, termasuk dalam kegiatan ekonominya. Kemudahan akses tersebut selayaknya diikuti dengan kemampuan dan ketrampilan dalam mengelola uang sehingga masyarakat terhindar dari pengambilan keputusan keuangan yang kurang tepat. Kemampuan mengelola keuangan dengan baik atau literasi keuangan juga sangat diperlukan bagi siswa yang berada di pesantren dikarenakan mereka harus mengelola keuangannya secara mandiri di saat berada jauh dengan orang tua.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi literasi keuangan siswa yang berada di pesantren (santri) dengan berfokus mengeksplor dampak sosialisasi/edukasi keuangan dari orang tua dan teman sebaya. Penelitian dengan menggunakan mix method dengan desain convergent parallel dilaksanakan pada tiga lokasi sekolah jenjang pendidikan menengah (SMP) yang berada di Pesantren Tebu Ireng Jombang (SMP A.Wahid Hasyim), Pesantren Al-Rifaíe Kabupaten Malang (SMP Modern Al-Rifaíe 2) dan Pesantren Darul Falah Bondowoso (SMP Darul Falah). Data kuantitatif yang berupa pengisian kuesioner dari siswa dianalisa dengan Partial Least Square – Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan berbantuan software SmartPLS. Sedangkan data kualitatif berupa hasil wawancara dari siswa, orang tua, pengajar dan observasi dianalisa secara tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan siswa dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh peran orang tua yang telah membiasakan/menanaman cara mengelola uang pada putra-putrinya. Berdasarkan hasil wawancara juga dikonfirmasi bahwa selain orang tua, peran guru di kelas, ustadz/ustadzah di pondok juga berperan aktif untuk mengingatkan siswa agar dapat memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Selain itu, pesantren memiliki kebijakan agar santri memiliki batasan maksimal dalam belanja harian yang sangat mendukung agar santri terbiasa untuk hidup hemat. Temuan hasil analisa kuantitatif yang menarik adalah bahwa teman sebaya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap literasi keuangan siswa. Apabila ditelusuri dari hasil wawancara, memang didapati informasi jika siswa lebih mendapat informasi tentang uang dan cara mengelolanya dari orang tua. Salah satu implikasi praktis dari temuan penelitian ini adalah dengan tidak terbuktinya secara statistik terkait pengaruh teman sebaya terhadap literasi keuangan siswa, maka diharapkan guru/pengajar di pondok memiliki kegiatan yang dapat mengedukasi dan mengasah ketrampilan siswa untuk mengelola uang secara bijak, dikarenakan selain teman -guru/ustadz/ustadzah-lah- yang lebih memiliki intensitas berinteraksi yang lebih banyak dibandingkan orang tua siswa.
Item Type: | Hak Cipta |
---|---|
Keywords: | literasi keuangan, santri, sosialisasi keuangan orang tua, sosialisasi keuaangan teman sebaya |
Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education |
Divisions: | Faculty of Tarbiyah and Teaching Training > Department of Social Science Education |
Depositing User: | Alfiana Yuli Efiyanti |
Date Deposited: | 03 Dec 2024 14:44 |
Downloads
Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)
![]() |
View Item |