Deny Efita Nur Rakhmawati dan Habiba Al Umami (2025) Reflection of Islamic Ideology through the Intersection of Media Discourse and Academic Writing in Islamic Higher Education (sertifikat hak cipta). EC002025198846.
|
Text
SuratCiptaan_EC002025198846 copy.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa dari dua perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia, UIN Malang dan UIN Bandung, membangun makna evaluatif dalam tulisan akademik mereka dengan memadukan Teori Appraisal dan kerangka etika Adab al-Ikhtilāf. Data penelitian berupa 240 esai mahasiswa yang merespons wacana media global, diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan dosen pengampu mata kuliah menulis, dianalisis untuk mengungkap pemanfaatan sumber daya judgment, affect, engagement, dan graduation sebagai cerminan orientasi ideologis yang dibentuk oleh etos institusional dan penalaran moral Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Malang cenderung mengadopsi sikap evaluatif yang tegas, korektif, dan protektif secara doktrinal melalui penggunaan penilaian kategoris, afeksi bernada kecaman moral, posisi dialogis yang kontraktif, serta intensifikasi makna untuk menegaskan iḥqāq al-ḥaqq, yang merefleksikan epistemologi penjagaan batas dan perlindungan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, mahasiswa UIN Bandung menampilkan gaya evaluatif yang lebih relasional dan dialogis dengan menonjolkan empati, penilaian bernuansa, keterbukaan dialogis, serta pengelolaan intensitas makna yang berskala, selaras dengan nilai tawāḍuʿ, rahmah, dan iʿtidāl. Temuan FGD mengonfirmasi bahwa perbedaan tersebut berakar pada orientasi pedagogis yang berbeda, di mana UIN Malang menekankan kejelasan argumentasi dan kewaspadaan doktrinal, sementara UIN Bandung mendorong dialog reflektif, literasi emosional, dan koeksistensi etis. Meskipun menunjukkan gaya evaluatif yang kontras, kedua kelompok mahasiswa berbagi komitmen ideologis yang sama, yakni etika Islam yang menjunjung martabat kemanusiaan, pencarian kebenaran (tabayyun), keadilan, dan perbedaan pendapat yang saling menghormati, sehingga menegaskan bahwa bahasa evaluatif dalam pendidikan tinggi Islam bersifat inheren moral dan berperan dalam pembentukan identitas.
| Item Type: | Hak Cipta |
|---|---|
| Keywords: | Appraisal, Adab AL Ikhtilaf, Media Discourse |
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics > 200403 Discourse and Pragmatics 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of English Language and Letters |
| Depositing User: | ms deny efita nur rakhmawati |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 14:57 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric