Nasith, Ali
ORCID: https://orcid.org/0000-0001-9058-6532
(2026)
Masyarakat perkotaan dan pola interaksi sosial perspektif sosiologi.
Rumpun Dua Belas, Malang.
ISBN 978-634-96487-6-9
UNSPECIFIED : UNSPECIFIED.
|
Text
27373.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kota, dalam guratan beton dan kaca yang menjulang, membisikkan cerita yang tak pernah padam. Ia adalah panggung kehidupan tanpa batas, dimana ritme manusia saling berkelin dan dengan waktu yang mengikis lambat.
Buku ini hadir sebagai cermin dari denyut kota, mengurai teka-teki interaksi di antara lampu-lampu gemerlap dan lorong-lorong kesunyian. Di dalamnya, terungkap karakteristik masyarakat urban yang penuh warna, perubahan gaya hidup yang menggiring generasi menuju modernitas, dan keterasingan yang perlahan tumbuh di tengah hiruk-pikuk keramaian.
Meski kota menawarkan tempat berkumpul bagi ribuan manusia, kesepian dan alienasi justru menjadi sahabat setia bagi banyak jiwa. Ritme hidup yang terlalu cepat, kurangnya koneksi emosional, dan budaya individualisme menjadikan kota sebagai ruang sosial yang ironis.
Melalui kajian mendalam, bab ini menggambarkan bagaimana fenomena ini tidak hanya memengaruhi kehidupan individu, tetapi juga mengubah pola hubungan antarmanusia.
Bab ini juga mengajak pembaca untuk merefleksikan, bahwa di balik keramaian kota, terdapat kebutuhan mendalam akan solidaritas dan koneksi. Kami menaruh harapan besar bahwa pembahasan ini dapat membuka mata, menyadarkan kita tentang pentingnya memulihkan hubungan sosial di era urbanisasi.
Dari ritual harian yang mematri kebiasaan, hingga ketidaksetaraan sosial yang memisahkan langkah-langkah, kota berdiri sebagai saksi atas mimpi-mimpi yang tersangkut di atap gedung tinggi, namun ia juga menjadi tempat lahirnya harapan, di mana teknologi dan inovasi mencoba merajut solidaritas yang hilang.
Dalam pembahasan yang lain kita akan menyusuri; Dampak sosial media yang membentuk wajah kota, smart city sebagai tranformasi ruang dan relasi manusia, hingga fenomen Staycation yang melukis kota sebagai ruang pelarian. Di tengah persaingan gaya hidup yang tiada henti, kota menjadi palet, tempat manusia melukiskan identitas dan ambisi mereka.
Buku ini bukan sekedar narasi tentang kota, ia adalah perjalanan
menuju hati yang tersembunyi di antara gedung-gedung pencakar langit. Sebuah usaha untuk memahami bahwa meski kota menawarkan mimpi, ia juga menyimpan luka yang harus kita sadari.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Keywords: | masyarakat perkotaan; pola interaksi sosial dan perspektif sosiologi |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130205 Humanities and Social Sciences Curriculum and Pedagogy (excl. Economics, Business and Management) |
| Divisions: | Faculty of Tarbiyah and Teaching Training > Department of Social Science Education |
| Depositing User: | Ali Nasith |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 15:17 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric