Slamet (2026) Paradigma baru dan penguatan tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri – Badan Layanan Umum di Indonesia (sertifikat hak cipta). EC002026122033.
|
Text
SuratCiptaan_EC002026122033.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Perguruan tinggi memainkan peran sentral dalam pembangunan sumber daya manusia, berdaya saing global, berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah (problem solver) yang holistik dengan prinsip dan nilai ajaran agama. Pada saat yang sama, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi tantangan utama bagi perguruan tinggi negeri dalam mewujudkan tujuan mulia ini. Kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengatasi tantangan tersebut yaitu, memberikan kemandirian ‘fleksibilitas’ dalam pengelolaan keuangan. Klasterisasi perguruan tinggi negeri, PTN-Satker, PTN-BLU, dan PTN-BH merupakan dampak dari kebijakan pemerintah tentang kemandirian dan terjadinya pergeseran paradigma dalam manajemennya. Secara teoretik, PTN-Satker lebih cenderung pada konsep government agency, sementara PTN-BLU dan PTN-BH lebih cenderung pada konsep agencification. Agencification menekankan prinsip-prinsip New Public Management dan menginternalisasikan bureaucratic entrepreneurship dalam manajemen perguruan tinggi. Pergeseran paradigma PTN-Satker menjadi PTN-BLU, masih menyisakan beberapa hambatan, di antaranya lemahnya kepemimpinan, lemahnya tata kelola, kuatnya mindset lama, rendahnya income diversification, rendahnya kompetensi sumber daya manusia, kurangnya interelasi anggaran dengan kinerja, kurangnya dukungan regulasi, dan resistensi terhadap perubahan. Hambatan ini terjadi, karena adanya kelalaian dari Direktorat Jenderal PPK-BLU yang tidak memberikan masa transisi, apalagi transformasi. Mereka hanya memberikan kesempatan untuk berubah pada aspek pengelolaan keuangan semata, belum menyentuh aspek substantif manajemen perguruan tinggi secara menyeluruh. Di sisi lain, Kementerian Agama juga tidak melakukan pendampingan secara intensif kepada PTKIN yang telah diubah menjadi BLU. Paradigma manajemen PTKIN-BLU, di satu sisi, sebagai institusi nirlaba dan non-profit-oriented. Di sisi lain, pada waktu yang sama, PTKIN-BLU diberi mandat untuk memberdayakan aset tangible dan intangible secara ekonomi, serta menjalankan praktik bisnis layaknya korporasi (‘profit-oriented’). Mandat ini bertujuan membangun kemandirian atau mengurangi ketergantungan pada pemerintah, khususnya dalam hal pendanaan. Namun, kedua orientasi tujuan tersebut sulit untuk diintegrasikan ke dalam struktur yang sama. Oleh sebab itu, perlu membangun model organisasi dan tata kerja yang terintegrasi (Integrated Divisional-Hierarchy Structure Model) dalam rangka menaungi dua kepentingan yang berbeda dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi.
| Item Type: | Hak Cipta |
|---|---|
| Keywords: | Paradigma Baru; Agencification; New Public Management (NPM); Penguatan Tata Kelola (Good University Governance); Transformasi PTKIN-BLU. |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1599 Other Commerce, Management, Tourism and Services |
| Divisions: | Faculty of Economics > Department of Management |
| Depositing User: | Slamet Slamet |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 12:30 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric