Siswanto, Siswanto
ORCID: https://orcid.org/0000-0003-0190-627X
(2026)
Menggali spirit kewirausahaan di pesantren.
In:
Ketika Bisnis Menjadi Ibadah: Menafsir Ulang Konsep Entrepreneur dalam Islam.
KALI PUSTAKA, Sidoarjo, pp. 302-317.
ISBN 978-623-6956-83-0
UNSPECIFIED : UNSPECIFIED.
|
Text
28658.pdf Restricted to Repository staff only Download (484kB) |
Abstract
Pengembangan spirit kewirausahaan berbasis pesantren memiliki
karakteristik strategis yang unik (Siswanto, 2018). Pengembangan nilai-nilai kewirausahaan seringkali ditularkan oleh kyai. Dengan demikian, kyai berperan dalam menyebarkan virus kewirausahaan (Hafidloh, 2025). Kemandirian dan hidup dengan memberikan manfaat, berbagi dengan yang dimiliki, dan menunaikan kewajiban agama membawa konsekuensi agar dapat hidup secara mandiri. Oleh karena itu, bisnis dan wirausaha bukan sebuah anomali, bahkan menjadi spirit dalam nilai-nilai Islam. Nabi mengajarkan orang terbaik adalah orang yang dapat memberi manfaat pada orang lain. Tentunya kebermanfaatan seseorang tidak hanya dapat dilakukan dengan berbuat baik melalui sesuatu yang bersifat material, namun dapat juga
berupa sesuatu berwujud non-material. Namun demikian, ibadah zakat, wakaf dan perintah Haji tetap membutuhkan pengorbanan dari sesuatu kepemilikan berwujud materi. Spirit berdagang dan berwirausaha diajarkan nabi lewat sebuah hadits, “Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang
pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur”(HR, Ahmad).
| Item Type: | Book Section |
|---|---|
| Keywords: | Spirit kewirausahaan; Pesantren; Tantangan dan Peluang |
| Subjects: | 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1503 Business and Management > 150305 Human Resources Management |
| Divisions: | Faculty of Economics > Department of Islamic Banking |
| Depositing User: | Siswanto Siswanto |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 13:56 |
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric