Responsive Banner

Konstruksi sosial realitas keagamaan dalam pendidikan agama Islam sebagai respons terhadap Sekularisasi epistemologis: Studi pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Mubarak, Ruma ORCID: https://orcid.org/0009-0005-5042-464X (2026) Konstruksi sosial realitas keagamaan dalam pendidikan agama Islam sebagai respons terhadap Sekularisasi epistemologis: Studi pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Doctoral thesis, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img] Text
28936.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Berangkat dari dominasi paradigma positivisme yang menggeser otoritas agama ke ranah privat, penelitian ini bertujuan menganalisis proses konstruksi realitas keagamaan, strategi legitimasi dosen PAI, spektrum penerimaan mahasiswa, serta pengaruh karakter epistemik disiplin ilmu terhadap integrasi sains-Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima dosen PAI dan beberapa mahasiswa dari Prodi Arsitektur, Matematika, Kimia, dan Biologi serta observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik coding tematik dengan kerangka teoretis terintegrasi dari Berger, Hall, Bourdieu, Casanova, Taylor, dan Amin Abdullah. Temuan menunjukkan bahwa proses konstruksi sosial realitas keagamaan berlangsung secara non-linier dan kontestatif melalui tiga momen: eksternalisasi (encoding), objektivasi institusional, dan internalisasi (decoding). Tingkat objektivasi sangat bervariasi antar prodi. Arsitektur mencapai objektivasi tertinggi melalui pengembangan mata kuliah Fikih Arsitek, Studi Tafsir Arsitektur, dan Teosofi Arsitektur dengan buku ajar dan sistem pembimbingan ganda, menghasilkan internalisasi mendalam dan negosiasi kreatif dengan modernitas. Sebaliknya, Kimia menunjukkan pelemahan objektivasi karena praktik tempelan ayat (ayatisasi) dianggap kontraproduktif. Matematika berada pada posisi menengah dengan penerimaan normatif namun dangkal. Dosen PAI mengembangkan tiga strategi legitimasi: kurikuler-adaptif (paling efektif), afektif-spiritual (berisiko privatisasi agama), dan penguatan modal (jangka panjang). Beberapa mahasiswa menunjukkan spektrum decoding diantaranya dominan-normatif, negosiatif-metodologis, negosiatif-kreatif, dan oposisional-epistemologis. Adapun karakter epistemik disiplin (habitus) yang sangat menentukan adalah praktis-aplikatif (Arsitektur). Sedangkan di Kimia (analitis-kritis) memicu resistensi, dan Fisika (rumus-tekstual) masih membutuhkan bimbingan intensif. Penelitian ini menghasilkan Model Integrasi Substantif Berbasis Habitus dengan empat komponen: pemetaan habitus, penyelarasan encoding, objektivasi kuat, dan pembentukan habitus baru. Rekomendasi praktis meliputi pengembangan kurikulum berbasis habitus, penguatan kapasitas dosen PAI, produksi bahan ajar spesifik prodi, kolaborasi lintas disiplin, serta evaluasi ulang aturan integrasi yang formalistik.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Keywords: konstruksi sosial realitas keagamaan; sekularisasi epistemologis; pendidikan agama islam; fakultas sains dan teknologi
Subjects: 13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130211 Religion Curriculum and Pedagogy
13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education
Divisions: Faculty of Tarbiyah and Teaching Training > Department of Islamic Education
Depositing User: Ruma Mubarak
Date Deposited: 16 Sep 2026 08:55

Downloads

Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)

View Item View Item