Barizi, Ahmad
ORCID: https://orcid.org/0000-0002-3295-7304 and Achmadin, Balya Ziaulhaq
ORCID: https://orcid.org/0009-0002-5026-2597
(2026)
Pesantren dan kemandirian Muslim Milenial: Syarah atas pemikiran sosial KH. Abdul Hakim Mahfudz.
Pustaka Tebuireng, Jombang.
ISBN 978-623-6098-33-2
UNSPECIFIED : UNSPECIFIED.
|
Text
28831.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Di era digital yang semakin berkembang pesat, generasi muda Muslim saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan dan peluang yang belum pernah ada sebelumnya. Di satu sisi, mereka tumbuh dalam lingkungan yang serba terhu bung dan serba cepat, namun di sisi lain, nilai-nilai tradisional yang diajarkan di pesantren sering kali dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Buku ini ber tujuan untuk mengeksplorasi peran pesantren dalam membentuk kemandi rian generasi muda Muslim milenial. Melalui pendekatan yang holistik, buku ini akan menyoroti bagaimana tradisi pesantren yang kaya akan nilai-nilai spi ritual, disiplin, dan kewirausahaan dapat diadaptasi dan diimplementasikan dalam konteks kehidupan modern. Dengan memahami esensi ajaran pesantren, generasi muda Muslim mi lenial diharapkan dapat menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan mampu berkontribusi secara positif terhadap perkembangan masyarakat dan bangsa. Buku ini akan menjadi panduan berharga bagi para pembaca yang ingin me mahami dan menerapkan warisan pesantren dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren, sebagai salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia, telah terbukti mampu bertahan dan beradaptasi dengan berbagai perubahan zaman. Meski sering dianggap konservatif, pesantren sebenarnya memiliki daya lentur yang luar biasa dalam menghadapi tantangan modernitas. Nilai-nilai universal yang diajarkan di pesantren, seperti kemandirian, kedisiplinan, dan keikhlasan, menjadi semakin relevan di tengah derasnya arus globalisasi. Buku ini akan mengupas berbagai aspek yang membentuk kemandirian Muslim milenial di pesantren. Mulai dari sistem pendidikan yang menekankan pada pengembangan karakter, hingga praktik kewirausahaan yang diajarkan untuk membekali santri menjadi pribadi yang tangguh secara ekonomi. Sela in itu, buku ini juga akan menyoroti peran pesantren dalam mempertahankan identitas dan nilai-nilai Islam di tengah gempuran budaya global. Melalui pembahasan yang mendalam dan disertai studi kasus yang inspira tif, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi generasi muda Muslim, pendidik, dan pengambil kebijakan dalam upaya memperkuat peran pesan tren sebagai pusat pembentukan kemandirian di era milenial. Kecuali itu, buku yang ada di tangan pembaca sekarang bermula dari dis kusi santai di meja makan rumah Prof. Dr. Imam Suprayogo di Jl. Sasando Kota Malang pada akhir 2020. Ketika itu, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) ber kunjung ke rumah Prof. Imam Suprayogo untuk silaturahim biasa dan diskusi mengenai pengembangan lembaga pendidikan Islam: pesantren, madrasah dan perguruan tinggi Islam. Selain saya (Ahmad Barizi), ikut dalam jamuan makan siang waktu itu adalah Mas Atho’illah, alumni UIN Maulana Malik Ib rahim Malang. Dari diskusi pada makan siang itulah saya dan Mas Atho’ be rencana menyusun buku dari refleksi pemikiran-pemikiran Gus Kikin. Tapi ka rena kesibukan yang tak bisa dijelaskan secara rinci, maka buku ini hadir agak terlambat. Akhirnya, dari hasil kisi-kisi wawancara tertulis yang diberikan oleh Gus Kikin (dengan bantuan sebagian kisi-kisi wawancara dari Mas Atho’), saya mengajak Mas Balya (Mahasiswa S3 PAI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) untuk menyelesaikannya menjadi sebuah buku. Jadi, buku ini adalah syarah atas pemikiran-pemikiran Gus Kikin menge nai pesantren dan kewirausahaan atau kemandirian. Dalam sejarah, diakui bahwa lembaga pendidikan Islam pertama yang mengedepankan nilai-nilai kemandirian adalah pesantren. Belajar kemandirian, ya di pesantren tempat nya. Selain pesantren lahir karena kebutuhan dan permintaan masyarakat, ia adalah satu-satunya lembaga pendidikan Islam yang indigenous dari rahim Nusantara. Sebagai buku penjelasan atas pemikiran tokoh, maka kami perlu menyampaikan banyak terima kasih kepada Gus Kikin atas kepercayaannya untuk menuliskan pemikiran-pemikiran reflektifnya mengenai pesantren dan kemandirian. Juga kepada Prof. Imam Suprayoga yang telah berkenan mem berikan kata pengantar. Juga kepada Mas Atho’illah yang telah membantu atas kisi-kisi wawancara dan sekaligus bisa menemani saya ketika silaturahim ke kediaman Prof. Imam Suprayogo. Terima kasih tak terhingga kepada Tebuireng Media Group dalam hal ini Pustaka Tebuireng yang telah berkenan menerbit kan buku ini. Semoga bermanfaat dan barokah.
Downloads
Downloads per month over past year
Origin of downloads
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric